JBCNEWS.ID – Komando Pasukan Khusus membantah tegas kabar viral di media sosial yang menyebut Panglima Kopassus Djon Afriandi melakukan penamparan terhadap seseorang di Istana Negara.
Melalui akun resmi penerangan Kopassus, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks dan tidak memiliki dasar fakta yang valid.
“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid. Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan,” demikian pernyataan resmi Kopassus.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya narasi di media sosial yang menuding adanya insiden penamparan oleh Pangkopassus karena tidak diberi akses bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Kopassus menilai penyebaran informasi tersebut berpotensi memecah soliditas internal institusi negara serta menimbulkan keresahan di masyarakat.
Karena itu, publik diminta untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berasal dari sumber tidak resmi.
“Jangan menjadi penyebar hoaks. Pastikan selalu cek kebenaran informasi dari sumber resmi dan terpercaya,” tegas pihak penerangan Kopassus.






