JBCNEWS.ID – Pencegahan kekerasan di kalangan pelajar membutuhkan keterlibatan sekolah dan keluarga. DPRD Kota Jambi meminta pengawasan terhadap siswa diperkuat seiring munculnya sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan pelajar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku siswa. Menurutnya, proses pendidikan perlu memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial.
Ia menilai pendekatan pendidikan yang terlalu berorientasi pada akademik belum cukup untuk menghadapi persoalan perilaku pelajar. Siswa juga perlu dibekali kemampuan mengelola emosi dan menyelesaikan masalah secara sehat.
Martua mendorong sekolah menghadirkan berbagai kegiatan positif yang dapat menjadi sarana penyaluran energi siswa. Kegiatan kreatif, interaktif, dan edukatif dinilai dapat membuat lingkungan sekolah lebih menarik sekaligus membantu siswa mengembangkan potensi mereka.
Pengaruh media sosial juga menjadi perhatian. Menurut Martua, sekolah perlu menghadirkan alternatif aktivitas yang memberikan contoh positif kepada siswa. Salah satunya melalui kegiatan menonton film dengan pesan pendidikan yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.
Selain aktivitas sekolah, keberadaan figur teladan juga dinilai penting. Siswa membutuhkan sosok yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mencari panutan dari lingkungan atau konten media sosial yang memberikan pengaruh negatif.
Martua juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.
Orang tua perlu mengetahui aktivitas dan pergaulan anak, termasuk perkembangan emosional mereka. Komunikasi antara keluarga dan sekolah menjadi bagian penting untuk mendeteksi perubahan perilaku sejak dini.
Dengan pengawasan yang lebih kuat dan kegiatan yang lebih positif, pencegahan kekerasan di kalangan pelajar diharapkan tidak hanya dilakukan setelah terjadi masalah. Upaya preventif perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan dan pembinaan anak secara berkelanjutan.






