Guru SD di Kota Jambi Laporkan Dugaan Pelecehan Verbal, DPRD Dorong Pemeriksaan Objektif

Anggota DPRD Kota Jambi Fahrul Ilmi.

JBCNEWS.ID – Seorang guru sekolah dasar di Kota Jambi mengadukan dugaan pelecehan verbal dan intimidasi yang disebut terjadi di lingkungan tempatnya bekerja. Laporan tersebut kemudian mendapat perhatian dari DPRD Kota Jambi.

Anggota DPRD Kota Jambi Fahrul Ilmi menemui guru tersebut bersama keluarganya di kediaman korban pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan dilakukan untuk mendengarkan kronologi yang disampaikan keluarga sekaligus mengetahui kondisi korban.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan keluarga, dugaan kejadian tersebut disebut memberikan tekanan psikologis kepada korban. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Jambi mengenai laporan tersebut.

Fahrul mengatakan setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan intimidasi maupun pelecehan di lingkungan pendidikan perlu ditangani secara serius. Namun, proses penanganan juga harus dilakukan dengan mendengarkan keterangan seluruh pihak.

“Kami ingin persoalan ini diusut secara objektif. Semua pihak harus didengar keterangannya agar kebenaran bisa terungkap dan korban mendapatkan perlindungan yang semestinya,” kata Fahrul.

Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi segera melakukan langkah klarifikasi dengan menemui korban. Selain itu, pihak dinas juga didorong meminta penjelasan dari kepala sekolah tempat korban bertugas.

Menurut Fahrul, lingkungan pendidikan seharusnya memberikan rasa aman bagi seluruh pihak, bukan hanya siswa. Guru sebagai tenaga pendidik juga perlu mendapatkan perlindungan ketika menghadapi persoalan di tempat kerja.

Ia menilai penanganan laporan secara cepat dan transparan penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

DPRD Kota Jambi juga mendorong agar penyelesaian dilakukan berdasarkan fakta dan keterangan dari semua pihak terkait. Dengan demikian, keputusan yang diambil dapat memberikan kepastian sekaligus menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif.

Sampai berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Jambi maupun kepala sekolah terkait dugaan pelecehan verbal dan intimidasi tersebut.

Pos terkait