JBCNEWS.ID – Nama Susanah mendadak menjadi sorotan publik setelah disebutkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat kemarin. Wanita sederhana asal Kabupaten Bogor itu diceritakan bekerja sehari-hari mengupas bawang dengan upah yang sangat kecil, namun tetap berjuang menyekolahkan anak-anaknya.
Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyebut angka upah yang mengundang tanda tanya banyak pihak. Namun setelah dicocokkan dengan naskah resmi dan keterangan pihak terkait, hal itu dikonfirmasi sebagai kesalahan ucap. Seharusnya upah yang diterima Susanah adalah Rp700 per kilogram bawang yang dikupas, bukan Rp700 ribu per kilogram.
Sebagai buruh harian lepas, ia harus bekerja berjam-jam hanya untuk mengupas bawang dalam jumlah banyak demi mendapatkan penghasilan yang layak. Susanah juga diketahui sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang disalurkan pemerintah. Bantuan inilah yang menjadi penopang agar ia tetap bisa melanjutkan pendidikan anak-anaknya.
“Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” bunyi naskah resmi yang dibacakan dengan sedikit keliru pada penyebutan angkanya.
Kisah sederhana ini menjadi gambaran nyata perjuangan jutaan rakyat kecil yang bekerja keras dengan penghasilan terbatas. Di satu sisi, publik mengapresiasi perhatian negara terhadap mereka, namun di sisi lain juga mengingatkan betapa beratnya perjuangan warga berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hingga saat ini, identitas dan tempat tinggal Susanah tetap dijaga kerahasiaannya demi keamanan dan ketenangan keluarganya. Ia dipilih menjadi contoh nyata agar perjuangan rakyat kecil tidak luput dari perhatian kebijakan yang dibuat negara.






