Dari Pengkritik ke Istana, Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres Prabowo

Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres Prabowo.

JBCNEWS.ID –  Rocky Gerung kini berada di sisi lain dari panggung kekuasaan. Pengamat politik dan akademisi yang selama bertahun-tahun dikenal lantang mengkritik pemerintah itu resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jumat, 2 Oktober 2026.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Rocky masuk dalam jajaran Wantimpres yang dipimpin Pratikno sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua. Sejumlah tokoh lain juga dilantik dalam susunan baru tersebut.

Bacaan Lainnya

Masuknya nama Rocky menjadi sorotan karena rekam jejaknya sebagai komentator politik yang kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Dalam sejumlah kesempatan, Rocky dikenal menggunakan kritik tajam ketika membahas kebijakan dan praktik kekuasaan.

Kini, posisi itu berubah. Rocky menjadi bagian dari lembaga yang secara konstitusional bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Perubahan posisi tersebut membuat perjalanan politik Rocky menarik perhatian publik. Ia sebelumnya lebih sering berada di luar lingkar kekuasaan, memberikan komentar dan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Kini, ia memperoleh ruang formal untuk memberikan pandangan langsung kepada Presiden.

Kehadiran Rocky di Istana sebenarnya sudah terpantau sebelum pelantikan. Ia tiba pada Jumat siang bersama sejumlah tokoh lain. Ketika ditanya wartawan mengenai kehadirannya, Rocky sempat menjawab singkat bahwa dirinya datang karena memiliki agenda di Istana.

Penunjukan Rocky juga terjadi setelah Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan pemerintah tidak anti terhadap kritik. Pada Juli 2026, Prabowo mengatakan kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, meski ia membedakan kritik dengan fitnah dan caci maki.

Dengan masuknya Rocky ke Wantimpres, panggung kritik dan kekuasaan kini bertemu di satu meja. Persoalannya bukan lagi sekadar seberapa tajam kritik disampaikan, melainkan bagaimana gagasan itu digunakan ketika pemberi kritik berada di dalam struktur penasihat Presiden.

Pos terkait