Pangkalan Bawah Tanah Iran Menyimpan Jet Tempur Canggih

Foto Ilustrasi: Jet Tempur Iran

JBCNEWS.ID – Pangkalan militer rahasia milik Iran, Oghab 44, menjadi sorotan setelah dilaporkan mengalami serangan udara dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan laporan media internasional, citra satelit menunjukkan adanya kerusakan di area pintu masuk terowongan pangkalan yang berada di Provinsi Hormozgan. Terlihat sejumlah kawah akibat hantaman serta kerusakan infrastruktur yang diduga melumpuhkan akses menuju landasan pacu.

Akibat serangan tersebut, sejumlah pesawat tempur yang berada di dalam pangkalan bawah tanah itu diduga terjebak dan tidak dapat dioperasikan. Selain itu, beberapa struktur pendukung di lokasi juga dilaporkan hancur.

Pangkalan Oghab 44 atau Eagle 44 merupakan fasilitas militer strategis milik Angkatan Udara Iran yang dibangun sejak sekitar 2013. Lokasinya berada sekitar 160 kilometer dari Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Iran pertama kali memperkenalkan pangkalan ini ke publik pada 2023, dengan menampilkan berbagai aset militer seperti drone dan jet tempur, termasuk pesawat buatan Amerika Serikat yang diperoleh sebelum Revolusi Islam 1979.

Pangkalan ini dirancang sebagai fasilitas taktis yang mampu mendukung operasi udara jarak jauh. Di dalamnya terdapat hanggar pesawat tempur, pusat perawatan, sistem navigasi, hingga penyimpanan bahan bakar dan persenjataan.

Selain itu, Oghab 44 juga disebut mampu melengkapi pesawat dengan sistem peperangan elektronik serta rudal jarak jauh. Hal ini menjadikan pangkalan tersebut sebagai bagian penting dari strategi militer Iran dalam menghadapi potensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah analis militer menilai keberadaan pangkalan bawah tanah seperti Oghab 44 merupakan bagian dari strategi pertahanan Iran untuk melindungi aset udara dari serangan awal musuh. Lokasi yang tersembunyi di bawah tanah juga memungkinkan Iran melancarkan serangan kejutan terhadap target strategis, termasuk kapal militer di kawasan Teluk Persia.

Pos terkait