JBCNEWS.ID – Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan militer besar-besaran di sepanjang pesisir selatan Iran pada Selasa (24/2/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan, sejumlah unit Pasukan Darat IRGC terlibat dalam Latihan Gabungan 1404 yang bertujuan meningkatkan kesiapan tempur dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan.
Latihan tersebut menampilkan penggunaan teknologi tempur modern, termasuk drone dan sistem rudal, serta penerapan taktik baru. Kegiatan ini digelar sepekan setelah Angkatan Laut IRGC melaksanakan latihan berskala besar di Selat Hormuz, yang diawasi langsung oleh Panglima IRGC, Mohammad Pakpour.
Ketegangan kawasan meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom strategis ke wilayah Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa opsi militer dapat ditempuh apabila perundingan nuklir tidak menghasilkan kesepakatan.
Dalam latihan tersebut, IRGC mengerahkan drone tempur serta amunisi jelajah. Salah satu sistem yang disorot adalah integrasi rudal balistik Rezvan dengan drone bunuh diri Shahed-136, yang memungkinkan serangan presisi berbasis data sasaran yang dikirimkan secara real time.
Pasukan khusus IRGC juga melakukan simulasi operasi pertahanan pantai guna mencegah pergerakan musuh mendekati garis pesisir. Operasi tersebut didukung tembakan artileri serta serangan dari darat ke laut.
Komandan Pasukan Darat IRGC, Mohammad Karami, mengatakan seluruh unit menjalankan skenario yang telah dirancang sebelumnya, mencakup unsur rudal, artileri, drone, kendaraan lapis baja, hingga unit mekanis.
Dalam latihan terpisah, unit rudal IRGC juga menguji sistem persenjataan baru dengan berbagai jangkauan. Sistem tersebut diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi, dilengkapi teknologi navigasi mutakhir, serta hulu ledak yang mampu menembus pertahanan musuh.
Sementara itu, perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung dengan mediasi Oman. Putaran lanjutan perundingan dijadwalkan berlangsung di Jenewa, meskipun kedua pihak tetap menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.






