Hizbullah Tolak Rencana Damai Israel-Lebanon, Sebut Negosiasi Sia-sia

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem

JBCNEWS.ID – Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak rencana perundingan damai antara Israel dan Lebanon yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut rencananya akan melibatkan perwakilan kedua negara untuk membahas kemungkinan negosiasi langsung sebagai upaya meredakan konflik yang berkepanjangan.

Namun, Qassem menilai langkah tersebut tidak akan menghasilkan solusi nyata. Ia menyebut perundingan hanya menjadi strategi untuk melemahkan Hizbullah, khususnya dalam upaya pelucutan senjata kelompok tersebut.

Menurut Qassem, kondisi di lapangan belum menunjukkan itikad damai. Ia menyoroti masih berlanjutnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon sebagai bukti bahwa negosiasi tidak dilakukan dalam situasi yang seimbang.

Ia juga menyinggung pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya menyatakan bahwa tujuan utama negosiasi adalah untuk melucuti senjata Hizbullah dan menciptakan perjanjian damai jangka panjang.

Qassem menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan perlawanan. Ia menyatakan Hizbullah akan tetap bertahan dan membiarkan situasi di medan perang yang menentukan arah konflik ke depan.

Sementara itu, pemerintah Lebanon tetap mendorong tercapainya gencatan senjata sebagai prioritas utama. Namun, langkah tersebut mendapat tekanan dari dalam negeri, termasuk aksi demonstrasi di ibu kota Beirut yang menolak pembicaraan langsung dengan Israel.

Konflik antara Israel dan Hizbullah sendiri masih terus berlangsung meski gencatan senjata sempat diberlakukan sejak November 2024. Serangan yang terus terjadi di wilayah Lebanon selatan dilaporkan menimbulkan korban jiwa, termasuk warga sipil.

Pos terkait