JBCNEWS.ID – Musim kemarau tidak selalu membuat lahan pertanian kehilangan produktivitas. Di Wonogiri, Jawa Tengah, sejumlah petani memanfaatkan tembakau sebagai komoditas alternatif untuk tetap menghasilkan pendapatan ketika ketersediaan air mulai terbatas.
Tembakau dinilai sesuai untuk ditanam pada musim kemarau karena kebutuhan airnya relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah tanaman pertanian lainnya. Pola tanam tersebut memungkinkan petani memanfaatkan lahan secara bergantian antara musim hujan dan kemarau.
Peluang ekonomi dari komoditas ini juga diperkuat melalui pola kemitraan antara petani dan perusahaan pemasok tembakau untuk PT HM Sampoerna Tbk. Program tersebut mencakup pendampingan budidaya, penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), hingga penanganan pascapanen.
Sampoerna menyebut telah mendampingi lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih. Pendampingan mencakup pembibitan, pengelolaan lahan, pemupukan, penggunaan air secara efisien serta peningkatan kualitas hasil panen.
Salah satu petani Wonogiri, Katino, mulai serius membudidayakan tembakau pada 2019 setelah sebelumnya bekerja sebagai sopir truk. Setelah memperoleh pendampingan teknis, ia mengembangkan usaha taninya hingga mengelola sekitar 9.000 meter persegi lahan di beberapa lokasi.
Sejak 2023, Katino mengaku kondisi ekonominya mulai membaik. Pendapatan dari pertanian kemudian digunakan untuk mengembangkan aset dan usaha tani.
Cerita serupa dialami Purwanto, petani yang kembali ke Wonogiri setelah sempat bekerja di Jakarta. Ia mulai menanam tembakau ketika melihat peluang ekonomi komoditas tersebut saat musim kemarau.
Menurut Purwanto, hasil panen tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga disisihkan sebagai modal musim tanam berikutnya, termasuk untuk budidaya padi.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas dapat menjadi salah satu strategi petani menghadapi perubahan kondisi musim. Selain menjaga lahan tetap produktif, aktivitas pertanian juga menciptakan efek ekonomi lanjutan melalui kebutuhan tenaga kerja, transportasi, hingga perdagangan hasil panen.
Dengan pola budidaya dan pendampingan yang tepat, tembakau menjadi salah satu pilihan ko






