JBCNEWS.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi aktivitas masyarakat di Jambi pada Rabu (26/8/2026). Namun, kondisi tersebut belum terlihat memberikan tekanan besar terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 26 Agustus 2026, mayoritas komoditas masih berada dalam kondisi stabil. Bahkan, beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan harga.
Harga beras masih relatif terkendali. Beras Naruto tercatat Rp15.400 per kilogram, Beras Belido Rp15.200 per kilogram, dan Beras King Rp15.600 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir lokal masih bertahan di Rp18.000 per kilogram. Tepung Cakra Kembar berada di level Rp15.000 per kilogram, sedangkan Segitiga Biru Rp14.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein, harga daging sapi murni masih Rp150.000 per kilogram. Daging ayam kampung bertahan di Rp65.000 per kilogram.
Menariknya, harga ayam broiler justru turun 2,22 persen menjadi Rp44.000 per kilogram.
Pergerakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Namun, arahnya bukan kenaikan.
Harga cabai merah besar turun 20 persen menjadi Rp28.000 per kilogram. Cabai merah kecil juga turun 20 persen ke level Rp28.000 per kilogram.
Cabai rawit hijau turun 10 persen menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah masih stabil di Rp55.000 per kilogram.
Harga bawang merah tercatat Rp32.000 per kilogram dan bawang putih Rp30.000 per kilogram. Keduanya masih stabil.
Di sektor minyak goreng, minyak curah berada di Rp21.000 per kilogram. Minyak kemasan premium Rp22.000 per liter, sedangkan minyak merek Kita Rp15.700 per liter.
Harga telur ayam ras masih Rp1.800 per butir dan telur ayam kampung Rp2.500 per butir.
Meski harga pangan masih relatif aman, kabut asap Jambi tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai dari sisi perdagangan.
Kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu mobilitas masyarakat, aktivitas pasar hingga distribusi barang apabila jarak pandang memburuk. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik atau memperlambat pasokan dari daerah produksi menuju pusat perdagangan.
Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan pada komoditas hortikultura yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan harian.
Untuk saat ini, data harga Pasar Rakyat Talang Banjar menunjukkan belum terjadi lonjakan harga secara menyeluruh. Bahkan, sejumlah komoditas seperti cabai dan ayam broiler mengalami penurunan.
Kondisi ini menunjukkan pasokan pangan di pasar masih relatif terjaga di tengah persoalan kabut asap Jambi.
Namun, perkembangan karhutla dan kualitas udara tetap perlu dipantau. Jika gangguan distribusi berlangsung lebih lama, perubahan harga kebutuhan pokok masih terbuka, terutama pada komoditas yang pasokannya bergantung pada jalur distribusi antardaerah.
Sumber: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, pembaruan harga 26 Agustus 2026.






