Harga Sembako di Talang Banjar Naik, Cabe dan Telur Picu Tekanan Belanja Warga Jambi

ILUSTRASI

JBCNEWS.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Kamis (14/5/2026) mulai menunjukkan kenaikan di beberapa komoditas utama. Lonjakan terjadi pada kelompok cabai, telur ayam ras, hingga minyak goreng rakyat, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih.

Data Sistem Informasi Harga Komoditas Kota (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat harga cabe merah besar dan cabe merah kecil naik 4,76 persen menjadi Rp42 ribu per kilogram.

Bacaan Lainnya

Kenaikan juga terjadi pada cabe rawit hijau yang kini dijual Rp52 ribu per kilogram atau naik 3,85 persen dibanding sebelumnya. Sementara cabe rawit merah masih bertahan di level tinggi Rp65 ribu per kilogram.

Komoditas telur ayam ras turut mengalami kenaikan sebesar 5,56 persen menjadi Rp1.800 per butir. Di sisi lain, minyak goreng merek Kita tercatat mengalami lonjakan paling tinggi hingga 100 persen dan kini dijual Rp15.700 per liter.

Meski sejumlah bahan pangan naik, harga komoditas pokok lain masih cenderung stabil. Beras premium merek Naruto dan Beras Belido dijual Rp15.400 per kilogram, sedangkan Beras King berada di angka Rp15.200 per kilogram.

Harga daging sapi murni masih bertahan tinggi di level Rp150 ribu per kilogram. Daging ayam kampung dijual Rp65 ribu per kilogram, sementara ayam broiler Rp38 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan dapur lainnya, bawang merah dijual Rp44 ribu per kilogram dan bawang putih Rp28 ribu per kilogram. Gula pasir lokal berada di harga Rp18 ribu per kilogram.

Di sektor perikanan, ikan kembung dijual Rp40 ribu per kilogram dan ikan asin teri mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara komoditas pangan alternatif seperti ubi jalar tetap di harga Rp8 ribu per kilogram dan ketela pohon Rp4 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai dan telur dinilai menjadi tekanan tambahan bagi rumah tangga, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Pedagang pasar mengaku biaya distribusi dan pasokan dari daerah penghasil masih memengaruhi harga jual di tingkat pasar tradisional.

Meski pasokan relatif tersedia, aktivitas transaksi disebut belum sepenuhnya ramai. Konsumen masih cenderung membatasi pembelian akibat tekanan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian memastikan pemantauan harga pangan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang pertengahan tahun dan menjaga kestabilan pasokan di pasar rakyat.

Pos terkait