JBCNEWS.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jambi, Rabu (26/8/2026). Selain jumlah titik panas yang tinggi dan jarak pandang yang menurun, kondisi kualitas udara di Kota Jambi juga berada pada level yang perlu diwaspadai.
Pantauan kualitas udara IQAir pada Rabu pagi menunjukkan Air Quality Index (AQI) Kota Jambi berada di angka 176. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat (unhealthy). PM2.5 menjadi polutan utama yang memengaruhi kualitas udara.
Data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Jambi berada pada angka 176 pada pantauan terbaru. Dalam proyeksi beberapa jam berikutnya, indeks diperkirakan masih berada pada kisaran 160-an hingga 170-an sebelum perlahan menurun.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya terlihat secara kasatmata, tetapi juga tercermin dari konsentrasi partikulat halus di udara.
Pantauan IQAir juga memperlihatkan kualitas udara tidak seragam di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Di Sengeti, misalnya, IQAir mencatat kondisi udara dalam kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, wilayah Nipah Panjang berada pada kategori sedang.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat berubah cukup signifikan berdasarkan lokasi dan kondisi atmosfer setempat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Tekanan kualitas udara tersebut terjadi bersamaan dengan masih tingginya aktivitas karhutla di Jambi. Berdasarkan data BNPB yang dipaparkan pada Selasa (25/8), terdapat 253 titik panas di Jambi dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 379 hektare.
Sementara berdasarkan laporan Satgas Karhutla Jambi hingga 23 Agustus 2026, jumlah hotspot yang terpantau sejak Januari mencapai 3.632 titik, dengan luas lahan terbakar sekitar 658,29 hektare.
Kedua angka tersebut merupakan data dengan periode pemantauan berbeda sehingga tidak dapat dijumlahkan.
Dampak kabut asap juga mulai terasa pada transportasi. Jarak pandang di wilayah Jambi dilaporkan hanya sekitar 1 kilometer.
Di Bandara Sultan Thaha Jambi, jarak pandang bahkan sempat turun hingga 800 meter. Kondisi tersebut membuat dua penerbangan yang hendak mendarat dialihkan ke bandara lain demi alasan keselamatan.
Kabut asap juga menjadi tantangan dalam operasi pemadaman udara karena mengurangi jarak pandang pilot saat melakukan water bombing.
Dengan kualitas udara Kota Jambi yang masih berada pada kategori tidak sehat menurut IQAir, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan ketika asap semakin pekat serta mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan pemerintah.
Sumber: IQAir, BNPB dan Satgas Karhutla Jambi. Data IQAir bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan pemantauan.






