Ruko Toko Plafon Terbakar di Muara Bungo, Asap Hitam Picu Kepanikan dan Ganggu Lalu Lintas

Kebakaran Ruko di Bungo.

JBCNEWS.ID – Kebakaran yang melanda sebuah ruko toko plafon di kawasan Simpang Empat Bambu Kuning, Pasar Bawah, Muara Bungo, Kamis (1/10/2026) sore, tidak hanya menghanguskan bangunan. Kepulan asap hitam dan aktivitas warga di sekitar lokasi juga sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan perdagangan tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sejumlah warga yang berada di sekitar Pasar Muara Bungo melihat asap hitam pekat membumbung dari bangunan dan kemudian berkumpul di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas sempat tersendat.

Bangunan yang terbakar diketahui merupakan ruko dua lantai milik Abak Plafon, yang menjual berbagai perlengkapan plafon dan bahan bangunan. Lokasinya berada di kawasan dengan bangunan usaha yang berdiri berdekatan, sehingga kobaran api dikhawatirkan merambat ke ruko lain.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo langsung diterjunkan setelah menerima laporan. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Safriyal Jas, membenarkan adanya kejadian tersebut. Sejumlah armada dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pelokalan agar kebakaran tidak meluas.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan pemilik ruko, Masrizal (56), harus mendapat perawatan setelah mengalami sesak napas akibat menghirup asap. Ia diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Bungo Iptu Bambang JM, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta, sementara tidak ada laporan korban jiwa.

Kejadian ini kembali menyoroti aspek keselamatan bangunan usaha di kawasan perdagangan yang memiliki tingkat aktivitas tinggi. Ruko yang berdempetan dengan toko lain membutuhkan kesiapan sistem kelistrikan, akses evakuasi, serta peralatan pemadam agar api dapat segera ditangani ketika terjadi keadaan darurat. Hingga Jumat (2/10/2026), penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penanganan dan pendataan pihak terkait. Dugaan korsleting listrik masih menjadi informasi awal dan belum dapat disebut sebagai penyebab final.

Pos terkait