JBCNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan normalisasi tiga sungai utama sebagai langkah mitigasi banjir di Ibu Kota. Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem dan tingginya risiko banjir musiman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tiga sungai yang akan dinormalisasi meliputi Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Selain normalisasi sungai, Pemprov DKI juga masih melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan.
“Kami sudah memutuskan untuk normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama,” ujar Pramono, Minggu (25/1/2026).
Menurut Pramono, ketiga sungai tersebut mengalami penyempitan akibat sedimentasi yang cukup parah. Kondisi ini menghambat aliran air menuju laut dan memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta.
Ia mencontohkan, Sungai Cakung Lama yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 15 hingga 20 meter, kini menyempit hingga hanya sekitar dua meter. Penyempitan serupa juga terjadi di sungai lainnya.
“Karena penyempitan itu, air tidak bisa mengalir maksimal ke laut. Maka normalisasi harus dilakukan dan kami targetkan mulai berjalan pada tahun 2026,” jelasnya.
Pramono menyebutkan bahwa kondisi banjir di Jakarta saat ini sebagian besar telah surut. Meski masih terdapat genangan ringan di beberapa titik, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasional transportasi umum.
Meski demikian, Pemprov DKI tetap menyiagakan operasi modifikasi cuaca hingga 27 Januari 2026, menyusul adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku hingga 28 Januari 2026.
“Modifikasi cuaca tetap kita siagakan. Walaupun hari ini cerah, kita tetap antisipasi sampai tanggal 27 Januari,” pungkasnya.






