JBCNEWS.ID – Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau CPNS 2026 mulai dipersiapkan pemerintah. Proses pengadaan CPNS 2026 akan diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dengan dukungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta kementerian dan lembaga terkait.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pembahasan mengenai seleksi CASN 2026 sudah mulai dilakukan. Namun, pelaksanaan rekrutmen masih menunggu usulan kebutuhan formasi dari masing-masing kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
“Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri PANRB Rini Widyantini mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberi perhatian khusus pada regenerasi aparatur sipil negara. Lulusan baru atau fresh graduate disebut berpeluang besar dalam seleksi CPNS 2026.
Menurut Rini, saat ini pemerintah masih menghitung kebutuhan pegawai di kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah daerah. Proses ini juga mempertimbangkan pergantian pegawai agar birokrasi diisi sumber daya manusia yang lebih muda dan adaptif.
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate. Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer,” kata Rini.
Pada seleksi CPNS 2024, pemerintah memang memprioritaskan penataan tenaga honorer, termasuk pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun pegawai paruh waktu. Ke depan, fokus tersebut mulai bergeser dengan membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda.
“Ke depannya saya berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” jelas Rini.
Rini juga menyebutkan, pembukaan seleksi CASN 2026 akan mengacu pada kebutuhan 48 kementerian dan lembaga yang ada saat ini. Setiap instansi diminta menyusun analisis kebutuhan pegawai yang selaras dengan peta jalan pembangunan lima tahun ke depan.
“Saya sudah meminta mereka untuk melakukan analisis kebutuhan sesuai dengan strategi lima tahun ke depan,” ungkap Rini.
Sebagai informasi, pendaftaran CPNS dan PPPK biasanya dilakukan secara daring melalui portal resmi SSCASN di laman sscasn.bkn.go.id. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu dan hanya mengakses pengumuman resmi dari instansi berwenang.






