Longsor di Cisarua Bandung Barat Timbun 35 Rumah, 7 Warga di Kabarkan Meninggal

Bencana longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat malam (23/1/2026). Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan kaki Gunung Burangrang, menimbun 35 rumah warga dan menewaskan 7 orang.

JBCNEWS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sejak Jumat petang (23/1/2026) menyebabkan bencana tanah longsor. Peristiwa ini menimbun 35 rumah warga dan menewaskan 7 orang, sementara 93 warga lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan lokasi longsor berada di kaki Gunung Burangrang, yang dikenal rawan pergerakan tanah. Longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

“Kebetulan hujan turun sejak malam dan disertai angin. Wilayah ini memang berada di kaki gunung yang rawan pergerakan tanah,” kata Nur Awaludin saat ditemui di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).

Jumlah Korban dan Penanganan Darurat

Berdasarkan data sementara, bencana ini memengaruhi lebih dari 100 warga. Dari jumlah tersebut, 7 orang meninggal, 21 orang selamat, dan 93 orang masih dalam proses pencarian.

Nur Awaludin menuturkan, sebagian warga yang belum ditemukan kemungkinan telah mengungsi ke rumah kerabat masing-masing tanpa melapor kepada aparat desa.

“Yang masih dicari itu belum tentu semuanya tertimbun. Ada kemungkinan sebagian sudah mengungsi ke keluarga masing-masing,” ujar Awaludin.

Seluruh aktivitas penanganan darurat saat ini dipusatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat desa bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat untuk melakukan pendataan korban dan pencarian di lokasi longsor.

Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Warga

Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah bantuan logistik, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi yang rawan bencana.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah logistik untuk warga terdampak,” kata Nur Awaludin.

Potensi Longsor Susulan

Tim gabungan masih memantau kondisi tanah karena potensi longsor susulan tetap ada. Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor risiko tambahan bagi proses evakuasi dan pencarian korban.

Bencana longsor di Cisarua menjadi peringatan penting bagi warga dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah pegunungan yang rentan terhadap pergerakan tanah.

Pos terkait