Badai Musim Dingin Melanda AS, Panic Buying Meluas, Toko-toko Kehabisan Stok Makanan dan Propana

Fenomena panic buying terjadi secara masif. Rak-rak toko bahan makanan di berbagai kota hampir kosong, sementara warga bergegas m

JBCNEWS.ID – Menjelang badai musim dingin besar yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS), fenomena panic buying terjadi secara masif. Rak-rak toko bahan makanan di berbagai kota hampir kosong, sementara warga bergegas membeli stok kebutuhan pokok, termasuk telur, daging, roti, dan propana.

Menurut laporan Newsweek Jumat (23/1/2026), Pusat Prediksi Cuaca (WPC) dari Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) memperkirakan badai ini akan berlangsung hingga Senin (26/1/2026). Badai musim dingin ini diprediksi membawa salju lebat, hujan es, serta angin kencang yang dapat memengaruhi lebih dari 160 juta warga AS.

Seorang pengguna media sosial X, McBay, menggambarkan situasi di toko Walmart:

“Kekacauan total. Rak-rak sudah kosong dari telur, sosis, daging, dan roti, serta pakaian musim dingin hampir habis. Tidak ada lagi propana, pilihan untuk memasak semakin terbatas.”

Akun X Dallas Texas TV juga mengunggah video yang memperlihatkan rak telur dan susu di salah satu toko HEB di Texas hampir habis terjual.

Wilayah Terdampak dan Prediksi Cuaca

WPC memperingatkan salju lebat kemungkinan turun dari Pegunungan Rocky bagian selatan, wilayah Plains, Mid-Atlantic, hingga Northeast. Beberapa daerah seperti Lembah Ohio, Mid-Atlantic, dan Northeast dapat menerima salju lebih dari satu kaki, yang berpotensi menimbulkan gangguan transportasi dan infrastruktur.

Selain itu, penumpukan es diprediksi terjadi di dataran selatan, lembah Mississippi bagian bawah, lembah Tennessee, wilayah tenggara, dan Virginia selatan. Setelah badai berlalu, suhu dingin ekstrem dan angin berbahaya akan tetap berlangsung di wilayah Plains hingga Northeast, memperpanjang dampak terhadap perjalanan dan aktivitas masyarakat.

Persiapan Toko dan Rantai Pasokan

Perusahaan ritel besar seperti Walmart dan Target mengumumkan strategi mitigasi. Juru bicara Walmart menyatakan:

“Selama cuaca buruk, kami fokus memastikan pelanggan dan masyarakat memiliki apa yang mereka butuhkan, menggunakan rantai pasokan Walmart untuk merespons dengan cepat dan efektif.”

Badai ini, yang oleh The Weather Channel dijuluki Winter Storm Fern, menunjukkan bagaimana perubahan cuaca ekstrem dapat memicu kepanikan masyarakat dan memengaruhi sistem distribusi pangan.

Imbauan Warga dan Kesiapsiagaan

WPC menekankan pentingnya masyarakat memantau perkembangan cuaca terbaru dan menyelesaikan persiapan darurat sesegera mungkin. Meski prakiraan dapat berubah sedikit dalam 24 jam ke depan, wilayah di sebelah barat Mississippi diperkirakan mengalami perubahan minimal dibanding wilayah timur.

Fenomena panic buying yang terjadi di AS menjadi peringatan penting terkait ketahanan pangan, kesiapsiagaan masyarakat, dan pengelolaan rantai pasokan menghadapi bencana alam.

Pos terkait