JBCNEWS.ID – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penindakan menjaring Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026.
”Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah Saudara SDW,” ujar Budi saat memberikan konfirmasi, Senin (19/1/2026).
Dalam keterangannya, Budi membenarkan bahwa tim mengamankan Saudara SDW di wilayah Pati. Meskipun identitasnya telah terkonfirmasi, lembaga tersebut masih enggan merinci detail perkara maupun barang bukti yang mendasari penangkapan tersebut.
”Saat ini, tim sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap yang bersangkutan di Polres Kudus,” jelas Budi.
Hingga saat ini, tim penyidik KPK tengah memeriksa Sudewo secara intensif di markas Polres Kudus untuk mendalami keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Peristiwa penangkapan ini terjadi hanya berselang beberapa bulan setelah Sudewo berhasil lolos dari upaya pemakzulan yang digulirkan masyarakat dan sejumlah anggota legislatif.
Sebelumnya, protes besar-besaran dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sempat mengguncang kepemimpinan Sudewo. Massa menuntutnya mundur akibat kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Kebijakan tersebut memicu lonjakan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga mencapai 250 persen yang menurut warga sangat mencekik ekonomi mereka.
Namun, desakan masyarakat tersebut menemui jalan buntu setelah DPRD Kabupaten Pati dalam rapat paripurna 31 Oktober 2025 secara resmi menolak wacana pemberhentian Sudeweo.
Dalam pemungutan suara yang dihadiri 49 anggota dewan saat itu, sebanyak 36 anggota dari koalisi besar yang meliputi Fraksi Gerindra, PKB, PPP, Golkar, Demokrat, dan PKS memilih untuk mempertahankan posisi Sudewo. Sebaliknya, hanya 13 anggota dari Fraksi PDI Perjuangan yang konsisten mendukung pelengseran Sudewo dari jabatannya.
Menilik rekam jejaknya, Sudewo merupakan politikus senior. Pribumi Pati yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret dan Universitas Diponegoro.
Sebelum menduduki kursi Bupati Pati, ia telah malang melintang di panggung politik nasional sebagai anggota DPR RI selama dua periode. Sudewo juga menjabat sebagai pengurus pusat di Partai Gerindra.
Karier panjang yang berawal dari sektor konstruksi hingga menjabat di Senayan kini terancam berakhir prematur. Seiring status hukumnya yang kini berada di tangan penyidik KPK.






