Trump Temui Xi Jinping di Beijing, Bahas Iran, Taiwan hingga Perang Dagang AS-China

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing untuk membahas perang Iran, tarif dagang, Taiwan, dan persaingan teknologi global.

JBCNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar dunia itu menjadi sorotan internasional karena berlangsung di tengah memanasnya isu perang Iran, ketegangan Taiwan, hingga perang dagang AS-China.

Pertemuan berlangsung di Great Hall of the People, gedung kenegaraan utama China yang biasa digunakan untuk agenda diplomatik tingkat tinggi. Selain pembicaraan bilateral, Trump dan Xi juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum melanjutkan agenda diplomatik lainnya di Beijing.

Bacaan Lainnya

Trump tiba di ibu kota China pada Rabu malam menggunakan Air Force One. Ia datang bersama sejumlah tokoh penting dunia bisnis Amerika, termasuk CEO NVIDIA, Jensen Huang dan CEO Tesla, Elon Musk.

Kedatangan Trump disambut karpet merah dan ratusan pelajar China yang membawa bendera kedua negara. Penyambutan meriah itu kontras dengan hubungan Washington dan Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir dipenuhi konflik ekonomi dan rivalitas geopolitik.

Pertemuan ini menjadi yang paling penting sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih pada 2025. Sebelumnya, hubungan kedua negara kembali memanas akibat kebijakan tarif impor dan pembatasan teknologi terhadap perusahaan China.

Meski demikian, kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan sementara tarif pada Oktober 2025. Kini, Washington dan Beijing dikabarkan tengah mempertimbangkan perpanjangan kesepakatan tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi global.

Selain perdagangan, isu perang Iran diperkirakan menjadi topik utama pembicaraan. Trump sebelumnya mengungkapkan keinginannya membahas peran China dalam perdagangan minyak Iran yang masih terkena sanksi Amerika Serikat.

Pemerintah AS berharap Beijing dapat menggunakan pengaruh ekonominya untuk menekan eskalasi konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, China juga berkepentingan menjaga stabilitas kawasan karena kebutuhan energi dan jalur perdagangan globalnya sangat bergantung pada Timur Tengah.

Isu Taiwan dipastikan turut membayangi pertemuan dua pemimpin tersebut. Trump sebelumnya sempat menyinggung kemungkinan pembahasan terkait penjualan senjata AS ke Taiwan, sesuatu yang selama ini menjadi titik sensitif dalam hubungan Beijing dan Washington.

Selain Taiwan, kedua negara juga diperkirakan membahas pembatasan ekspor rare earth, persaingan kecerdasan buatan (AI), hingga dominasi teknologi global antara perusahaan-perusahaan AS dan China.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping dinilai bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan konflik geopolitik yang meluas, arah hubungan AS-China akan sangat menentukan stabilitas politik serta ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan.

Pos terkait