JBCNEWS.ID – Banyak orang mengandalkan menu sahur tinggi karbohidrat dengan harapan bisa kenyang lebih lama selama berpuasa. Nasi putih dalam porsi besar, gorengan, hingga minuman manis kerap menjadi pilihan utama. Namun, alih-alih menahan lapar, strategi ini justru sering membuat tubuh cepat lemas dan perut kembali terasa kosong hanya beberapa jam setelah sahur.
Fenomena tersebut bukan sekadar soal porsi makan, melainkan berkaitan erat dengan cara tubuh mengelola asupan makanan, khususnya karbohidrat sederhana. Menurut penjelasan ahli gizi, jenis karbohidrat yang dikonsumsi saat sahur berperan besar dalam menentukan stabilitas energi sepanjang hari puasa.
Karbohidrat sederhana seperti nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi sehingga mudah dan cepat dicerna tubuh. Proses ini memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis atau dikenal sebagai glucose spike. Setelah itu, kadar gula darah akan turun relatif cepat, yang kemudian memicu rasa lapar, lemas, dan kantuk di pagi hingga siang hari.
Sejumlah penelitian dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa fluktuasi gula darah yang tajam turut memengaruhi hormon pengatur nafsu makan, seperti ghrelin. Ketika hormon ini meningkat, tubuh akan memberi sinyal lapar meski sebelumnya telah makan dalam jumlah besar.
Selain jenis karbohidrat, komposisi menu sahur juga turut memengaruhi kenyamanan tubuh saat berpuasa. Makanan berminyak dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat perut terasa tidak nyaman. Sementara itu, makanan tinggi garam berpotensi meningkatkan rasa haus, sedangkan hidangan terlalu pedas atau asam dapat memicu gangguan lambung pada sebagian orang.
Tubuh sejatinya membutuhkan pasokan energi yang dilepas secara bertahap selama puasa. Oleh karena itu, mengandalkan makanan yang cepat diserap tanpa diimbangi zat gizi lain justru membuat energi tidak bertahan lama.
Ahli gizi menyarankan agar sahur tidak hanya berfokus pada rasa kenyang sesaat, melainkan pada keseimbangan gizi. Mengombinasikan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat dinilai lebih efektif untuk menjaga energi stabil dan mencegah rasa lapar datang terlalu cepat.






