Iran Tangkap 20 Orang Diduga Mata-mata Israel, Bocorkan Lokasi Militer

Foto: Ilustrasi

JBCNEWS.ID – Otoritas di Iran menangkap sedikitnya 20 orang yang diduga terlibat jaringan mata-mata Israel di wilayah barat laut negara tersebut. Penangkapan dilakukan dalam serangkaian penggerebekan terhadap jaringan yang diduga membocorkan informasi penting kepada Israel.

Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), media lokal Iran melaporkan operasi tersebut digelar di Provinsi Azerbaijan Barat dan menyasar individu yang diduga bekerja sama dengan musuh negara.

Kantor berita Fars News Agency mengutip jaksa provinsi, Hossein Majidi, yang menyatakan para tersangka tertangkap saat membocorkan informasi strategis.

“Dua puluh orang ditangkap dan ditahan setelah tertangkap basah membocorkan rincian lokasi militer, aparat penegak hukum, dan fasilitas keamanan kepada musuh Zionis,” demikian laporan media tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, aparat keamanan Iran juga melakukan operasi besar-besaran di berbagai wilayah negara itu.

Media lokal melaporkan ratusan orang turut diamankan karena diduga memiliki hubungan dengan Israel maupun Amerika Serikat.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak 28 Februari lalu setelah operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal ke wilayah Israel.

Pada Minggu (15/3) pagi, Iran kembali menembakkan gelombang rudal ke Israel. Radio Angkatan Darat Israel melaporkan sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

Namun, pecahan dari sistem pencegat rudal dilaporkan jatuh di kota Ramla di wilayah tengah Israel dan memicu kebakaran di sejumlah titik. Konflik antara Iran dan Israel kini terus memanas dan memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Pos terkait