BPBD: 48 RT dan 16 Jalan di Jakarta Terendam Banjir Usai Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu, 7 Maret 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 48 rukun tetangga (RT) dan 16 ruas jalan tergenang air hingga Minggu pagi, 8 Maret 2026.FOTO/LIPUTAN6.COM

JBCNEWS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Sabtu, 7 Maret 2026, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 48 rukun tetangga (RT) dan 16 ruas jalan tergenang hingga Minggu pagi, 8 Maret 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan genangan tersebar di beberapa wilayah, terutama di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 48 RT dan 16 jalan tergenang,” kata Yohan dalam keterangan tertulis, Minggu.

Menurut dia, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga sekitar 170 sentimeter di sejumlah titik.

Di Jakarta Barat, banjir tercatat merendam 22 RT. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter.

Sementara di Jakarta Selatan, banjir juga merendam 22 RT yang tersebar di Kelurahan Cilandak Barat, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 170 sentimeter.

Adapun di Jakarta Timur, banjir tercatat merendam 4 RT di Kelurahan Halim Perdana Kusuma dengan ketinggian air antara 40 hingga 70 sentimeter.

Selain permukiman warga, genangan juga terjadi di 16 ruas jalan di Jakarta. Beberapa di antaranya Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jalan Cileduk Raya, Jalan Swadarma Raya, hingga Jalan Kramat Raya.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di lapangan. Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Selain itu, BPBD bersama aparat kelurahan dan kecamatan setempat juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak banjir.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan yang masih mungkin terjadi. Warga juga diminta segera menghubungi nomor darurat 112 jika menghadapi kondisi darurat akibat banjir.

Pos terkait