Banjir Bekasi Setinggi 2 Meter Terjang Perumahan Green Lavender

Salah satu warga mencoba menyelamatkan diri saat banjir datang

JBCNEWS.ID – Banjir parah melanda kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian hingga seleher orang dewasa dengan arus deras menyerupai ombak laut, hingga membahayakan keselamatan warga.

Peristiwa banjir ini terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang warga terhanyut arus saat merekam kondisi banjir di Perumahan Green Lavender, Sukamekar Regency, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Bekasi.

Air berwarna cokelat keruh tampak mengalir sangat deras hingga membuat perekam tidak mampu berpijak dan terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri. Rumah-rumah warga nyaris tenggelam, menyisakan bagian atap dan dinding bangunan.

Banjir membuat kawasan perumahan berubah menjadi aliran sungai dadakan. Tiang listrik, pagar rumah, hingga pepohonan ikut terendam, menandakan tingginya volume air akibat luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Narasi dalam video tersebut juga memperlihatkan kekecewaan warga terhadap pengembang perumahan yang sebelumnya menjanjikan hunian bebas banjir.

“Mana janji rumah bebas banjir dan hunian nyaman? Rumah kami sekarang jadi lautan air,” tulis narasi dalam unggahan video yang beredar.

Banjir di wilayah Sukamekar dilaporkan telah mencapai ketinggian hingga 2 meter dan mengepung permukiman warga sejak Kamis (22/1). Sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengatakan sebagian rumah warga di dekat Kali CBL hampir seluruhnya tertutup air banjir.

“Di beberapa titik ketinggian air mencapai dua meter, rumah warga hampir tidak terlihat,” ujarnya.

Proses evakuasi warga masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran dengan menggunakan perahu karet.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyoroti tanggung jawab pengembang perumahan yang membangun kawasan hunian di daerah rawan banjir. Ia meminta para developer turun langsung menemui warga dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari solusi, serta menghentikan pembangunan perumahan di wilayah rawan bencana.

Pos terkait