JBCNEWS.ID- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI), yang berada di Iran dalam kondisi aman. Di tengah memanasnya situasi keamanan, akibat demonstrasi besar-besaran dan penutupan wilayah udara oleh pemerintah Iran.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terdampak langsung oleh aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah Iran.
“Terkait kondisi WNI di Iran, sejauh ini Alhamdulillah terpantau KBRI dalam kondisi aman dan tidak terdampak demonstrasi yang terjadi,” ujar Nabyl kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/1).
Nabyl mengungkapkan saluran komunikasi di Iran sempat terganggu akibat pembatasan internet yang diberlakukan pemerintah setempat. Meski demikian, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tetap melakukan pemantauan secara intensif melalui komunikasi telepon lokal dengan WNI.
Selain itu, KBRI Teheran juga terus berkoordinasi dengan Kemlu RI di Jakarta menggunakan saluran telepon satelit guna memastikan arus informasi tetap berjalan.
Iran diketahui dilanda demonstrasi massal sejak 28 Desember lalu. Aksi protes tersebut awalnya dipicu tekanan ekonomi dan inflasi tinggi, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik terhadap pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei.
Kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, mengklaim lebih dari 2.000 orang tewas akibat bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Namun, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen karena pembatasan internet dan terbatasnya akses media di Iran.
Di tengah eskalasi situasi, pemerintah Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk hampir seluruh penerbangan. Hanya penerbangan sipil internasional tertentu yang mendapat persetujuan Otoritas Penerbangan Sipil Iran yang diizinkan beroperasi. Penutupan wilayah udara ini dijadwalkan berlaku hingga 15 Januari waktu setempat.
Pemerintah Iran juga menuding demonstrasi yang terjadi ditunggangi oleh Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan tidak menutup kemungkinan intervensi, termasuk opsi militer, dengan dalih mendukung kebebasan rakyat Iran.
Kemlu RI menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan demi menjamin keselamatan seluruh WNI di Iran.





