Tim SAR Temukan Syafiq Ali Setelah 17 Hari Hilang

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkap kondisi jasad Ali ketika ditemukan. Foto tangkap layar akun Tiktok @PENDAKI INDONESIA

JBCNEWS.ID- Tim penyelamat akhirnya menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pemuda yang mendaki Gunung Slamet, dalam kondisi tewas setelah menghilang selama 17 hari. Tim menemukan Ali sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar.

“Kami menginformasikan bahwa tim telah menemukan survivor atas nama Ali Syafiq dalam kondisi MD (meninggal dunia),” kata Kepala Desa Clekatakan, Pemalang, Sutrisno, mengutip detikJateng, Rabu (14/1).

Ali menghilang bersama temannya, Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang, saat mendaki Gunung Slamet via jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB.

Tim penyelamat berjaya menyelamatkan Himawan Choidar Bahran di Pos 5 dan terus menghantarnya ke basecamp Dipajaya pada Selasa (30/12) lalu. Menurut keterangan Himawan, mereka berdua terpisah di sekitar Pos 9 saat Syafiq Ali mencoba mencari bantuan.

Berikut sejumlah fakta terkait penemuan pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali:

Posisi Jasad 50 Meter dari Puncak Slamet

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan bahwa jasad Ali berada di tebing kawah dekat puncak Slamet.

“Jasadnya tidak berada di dasar kawah, tapi masih di tebing kawah,” ucap Catur.

Kepada media, Catur menjelaskan bahwa tim mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam posisi terbaring pada jarak 50 meter dari puncak.

Dalam jumpa pers di Pemkot Magelang, Catur menerima informasi penemuan Ali pada pukul 10.30 WIB dari Tim SAR yang berada di puncak.

Kondisi Ali Saat Ditemukan

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, memaparkan kondisi jasad Ali. Affandi menjelaskan bahwa tim menemukan korban tidak jauh dari lokasi awal saat ia terpisah dari temannya. Tim juga menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar titik tersebut.

“Tim menemukan korban dekat lokasi berpisah. Kami juga melihat ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” ujar Affandi kepada wartawan, Rabu (14/1).

Affandi menegaskan bahwa tim tidak menemukan korban dalam kondisi tertimbun pasir. Berdasarkan dokumentasi lapangan, ia menduga korban baru meninggal sekitar empat sampai lima hari sebelum tim menemukan jasadnya karena kondisi tubuh yang masih cukup baik

Ia menambahkan, dugaan sementara menunjukkan korban meninggal akibat hipotermia. Tim memperkuat dugaan ini setelah melihat kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.

“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepas celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki,” tambahnya.

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi

Medan yang sulit membuat proses evakuasi memerlukan waktu cukup lama. Hingga pukul 15.00 WIB, tim baru berhasil menaikkan korban sekitar 100 meter dari titik penemuan.

Catur Budi Fajar Sumarmo memperkirakan proses evakuasi jenazah Ali menuju basecamp Dipajaya akan memakan waktu sekitar 15 jam.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Pihak rumah sakit (RSUD Pemalang) akan menerima jenazah untuk proses pembersihan. Kemudian kami membawa almarhum ke rumah duka di Kota Magelang,” bebernya.

Namun, cuaca buruk sempat mengganjal proses evakuasi jenazah Syafiq Ali. Tim yang membawa jenazah terpaksa berhenti di salah satu titik jalur pendakian. Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, membenarkan informasi tersebut dan menyatakan tim akan melanjutkan evakuasi hari ini.

Pos terkait