Investasi Batanghari Hampir Sentuh Target Tahunan dalam Tiga Bulan

Petani sedang penen sawit.

JBCNEWS.ID – Kabupaten Batanghari mencatat salah satu lonjakan investasi yang menarik perhatian pada awal 2026. Hingga triwulan I, realisasi investasi mencapai Rp594,527 miliar, hampir menyamai target tahunan sebesar Rp600 miliar.

Investasi tersebut didominasi sektor perkebunan, terutama pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil atau CPO. Pemerintah daerah mencatat terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan.

Selain perkebunan, investasi juga berasal dari industri makanan, pengolahan kayu, plastik dan industri nonlogam.

Data BPS menunjukkan PDRB Batanghari atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai sekitar Rp28,60 triliun. Namun data investasi Provinsi Jambi hingga triwulan II menunjukkan angka Batanghari sekitar Rp124 miliar, memperlihatkan adanya perbedaan periode pelaporan dengan capaian triwulan I yang diberitakan DPMPTSP.

Yang menarik dari Batanghari bukan hanya besarnya investasi, tetapi arah pembicaraannya. Pemerintah daerah ingin mendorong hilirisasi kelapa sawit, sehingga daerah tidak berhenti sebagai penghasil bahan baku.

DPMPTSP Batanghari menyebut peluang industri turunan seperti margarin dan produk olahan lainnya dapat meningkatkan nilai investasi sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Data yang dikutip dari BPS menunjukkan luas kebun sawit rakyat dan perusahaan mencapai sekitar 553.802 hektare dengan produksi sekitar 176.527 ton per tahun.

Batanghari menjadi contoh bagaimana komoditas perkebunan dapat menjadi titik awal terbentuknya rantai industri. Tantangannya adalah memastikan investasi menciptakan nilai tambah di daerah, menyerap tenaga kerja dan membangun keterkaitan dengan usaha lokal. Jika hilirisasi berjalan, bisnis Batanghari tidak berhenti pada kebun. Ia dapat berkembang ke pengolahan, logistik, manufaktur, jasa hingga perdagangan.

Pos terkait