Eskalasi AS vs Iran: 3.500 Tentara Amerika Dikerahkan, Iran Siap Mobilisasi 1 Juta Pasukan

Strategi Iran menghadapi invasi AS. (Iranian Army office / AFP)

JBCNEWS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat seiring pengerahan tambahan pasukan militer AS ke kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi sekitar 3.500 personel tambahan telah tiba di kawasan tersebut dengan menggunakan kapal perang amfibi USS Tripoli.

Pasukan tersebut merupakan bagian dari unit ekspedisi marinir yang dilengkapi dengan berbagai peralatan tempur, termasuk pesawat angkut, pesawat tempur, serta sistem serangan amfibi dan taktis.

Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan AS tengah menyiapkan kemungkinan operasi darat di Iran yang dapat berlangsung selama beberapa pekan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terus diupayakan untuk meredakan konflik. Namun demikian, peningkatan kehadiran militer menunjukkan bahwa opsi militer tetap menjadi bagian dari strategi Washington.

Menghadapi potensi invasi, Iran menyatakan kesiapan untuk melakukan perlawanan. Sumber militer Iran menyebutkan bahwa negara tersebut dapat memobilisasi hingga satu juta kombatan untuk menghadapi kemungkinan serangan darat.

Selain itu, Iran juga menegaskan akan mempertahankan kepentingan strategisnya, termasuk jalur pelayaran penting di kawasan Teluk.

Salah satu fokus perhatian adalah Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Iran sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan menutup selat tersebut apabila terjadi eskalasi konflik.

Langkah ini dinilai dapat berdampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Pos terkait