JBCNEWS.ID – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein setelah keputusannya menunjuk Peter Mandelson, yang memiliki hubungan dekat dengan Epstein, sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat memicu kontroversi luas.
Permintaan maaf ini disampaikan pada Kamis (5/2/2026), di tengah tekanan politik yang meningkat dan spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan Starmer. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjabat dan menjalankan agenda politik meski menghadapi kritik dari internal Partai Buruh maupun oposisi.
Peter Mandelson dicopot dari jabatannya pada September lalu setelah tujuh bulan bertugas. Dokumen terbaru yang dirilis pekan lalu mengungkapkan hubungan akrab Mandelson dengan Epstein, termasuk korespondensi pribadi dan dugaan berbagi informasi sensitif. Starmer menyatakan tidak mengetahui kedalaman hubungan tersebut sebelumnya dan menegaskan Mandelson telah berulang kali berbohong demi posisi di Washington.
Kemarahan internal Partai Buruh memuncak hingga parlemen memaksa pemerintah menyerahkan seluruh dokumen terkait pengangkatan Mandelson ke Komite Intelijen dan Keamanan lintas partai. Oposisi pun menilai posisi Starmer sulit dipertahankan, sementara pasar keuangan Inggris turut terdampak.
Mandelson kini juga diselidiki polisi terkait dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan telah mengundurkan diri dari House of Lords. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi kemungkinan hukuman penjara.






