JBCNEWS.ID – Polda Jawa Barat Polda Jawa Barat masih mendalami motif kasus penyiksaan dan penyekapan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Kota Bandung Bandung yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat (30).
Hingga kini, penyidik belum dapat menyimpulkan motif pelaku dan masih terus menggali keterangan dari tersangka untuk mengungkap latar belakang aksi kekerasan tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan secara profesional dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta keterangan saksi.
“Kami masih dalami, sehingga saat ini belum bisa menyampaikan informasi lebih banyak lagi. Proses penyelidikan dan penyidikan ini dilakukan secara profesional dan prosedural,” kata Hendra, Rabu (24/6).
Penyidik juga menjadikan hasil visum dari Rumah Sakit Hasan Sadikin RSUP Dr. Hasan Sadikin sebagai salah satu alat bukti penting. Dari hasil pemeriksaan forensik, luka korban diduga merupakan akibat kekerasan yang terjadi dalam jangka waktu lama, bukan kecelakaan seperti dugaan awal.
Selain itu, kepolisian juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku menjadi korban lain dari Taufik Hidayat. Sejumlah laporan di media sosial saat ini masih diverifikasi oleh penyidik.
“Kami membuka call center dan layanan pengaduan di Dit PPA-TPPO Polda Jabar serta melalui layanan 110,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah terungkapnya dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung Cileunyi. Korban disebut mengalami penyiksaan selama sekitar tiga tahun sebelum akhirnya kasus ini terungkap ke publik.
Tersangka Taufik Hidayat sendiri masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik tindakan kekerasan yang dilakukan. Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan termasuk kemungkinan adanya korban lain.
Hingga saat ini, motif pasti kasus tersebut masih belum terungkap dan menjadi fokus utama penyidik.






