Ekonomi Tanjung Jabung Barat Tumbuh 5,28 Persen, Logistik Mulai Jadi Mesin Baru

Perekonomian Tanjung Jabung Barat pada 2025 menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp61,82 triliun, sementara PDRB per kapita mencapai Rp182,03 juta. Struktur ekonominya masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

JBCNEWS.ID – Tanjung Jabung Barat menunjukkan perkembangan ekonomi yang menarik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi kabupaten tersebut tumbuh 5,28 persen pada 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,43 persen pada 2024.

Perekonomian Tanjung Jabung Barat pada 2025 menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp61,82 triliun, sementara PDRB per kapita mencapai Rp182,03 juta. Struktur ekonominya masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Bacaan Lainnya

Namun, terdapat satu angka yang menarik perhatian dari sisi bisnis. Transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 11,08 persen.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Tanjung Jabung Barat tidak hanya berkaitan dengan produksi komoditas, tetapi juga pergerakan barang dan manusia.

Salah satu infrastrukturnya adalah Pelabuhan Ro-Ro Kuala Tungkal. Data Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan pelabuhan tersebut melayani rute Kuala Tungkal-Batam dan Kuala Tungkal-Dabo Singkep. Pada 2024, rute Kuala Tungkal-Batam tercatat memiliki tujuh perjalanan pulang-pergi per minggu, sedangkan rute Dabo Singkep empat perjalanan.

Pelabuhan tersebut juga memiliki fungsi lebih luas sebagai jalur distribusi. Dokumen perencanaan daerah mencatat barang dan hasil pertanian dari luar daerah, termasuk Kerinci, Padang dan Medan, dapat didistribusikan melalui Kuala Tungkal menuju Dabo Singkep, Batam dan wilayah sekitarnya.

Aktivitas penumpang juga meningkat. Pada 2024, jumlah penumpang keberangkatan tercatat 5.033 orang dan kedatangan 5.602 orang. Jumlah kendaraan mencapai 4.023 unit untuk keberangkatan dan 3.135 unit untuk kedatangan.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi bisnis yang berada di sepanjang rantai distribusi, mulai dari transportasi, pergudangan, jasa pengiriman, kuliner, akomodasi hingga perdagangan.

Bagi pelaku usaha, perkembangan Tanjung Jabung Barat menunjukkan bahwa membaca pasar tidak cukup berdasarkan jumlah penduduk. Arus barang dan aktivitas ekonomi juga menjadi indikator penting dalam menentukan peluang bisnis.

Jika transportasi dan pergudangan tumbuh lebih cepat daripada sektor lainnya, pertanyaan berikutnya bukan hanya berapa banyak orang tinggal di suatu wilayah, tetapi berapa banyak barang bergerak dan kebutuhan bisnis apa yang muncul dari pergerakan tersebut.

Pos terkait