JBCNEWS.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly meninjau bangunan baru SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 13 di kawasan Seberang Kota Jambi. Dalam kunjungan itu, ia menyoroti lemahnya pengamanan aset daerah serta mendesak pemerintah kota segera memfungsikan gedung sekolah tersebut.
Peninjauan dilakukan bersama Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi Umar Faruk, didampingi unsur Kejaksaan Tinggi Jambi, camat, dan lurah setempat. Mereka menemukan sejumlah bagian bangunan menunjukkan bekas pencurian, meskipun sebagian fasilitas yang hilang telah diganti.
Kemas Faried menilai penggantian fasilitas bukan solusi utama. “Masalah utamanya adalah pengamanan. Kalau tidak diperbaiki, kejadian serupa bisa terulang,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Kota Jambi segera mengambil langkah konkret, termasuk menempatkan petugas pengamanan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Satpol PP. Menurut dia, langkah itu penting karena status bangunan belum sepenuhnya diserahterimakan.
Selain itu, DPRD juga mendorong percepatan operasional sekolah. Kemas Faried meminta pembentukan tim teknis terpadu agar fasilitas pendidikan tersebut bisa segera dimanfaatkan siswa.
“Anak-anak membutuhkan fasilitas belajar yang layak. Jangan sampai bangunan sudah ada, tapi tidak bisa digunakan,” kata dia.
Umar Faruk menambahkan, proses serah terima bangunan dari pihak ketiga sebenarnya telah dilakukan beberapa bulan lalu. Namun insiden pencurian menyebabkan keterlambatan rencana penggabungan (merger) kedua sekolah tersebut.
“Serah terima sudah berjalan, tapi karena ada pencurian, prosesnya jadi tertunda,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga aset pendidikan yang dibangun dengan anggaran besar. Berdasarkan data, pembangunan sekolah tersebut menelan dana sekitar Rp15 miliar, terdiri dari Rp13 miliar dari APBD 2024 dan tambahan Rp2 miliar pada APBD 2025.
DPRD berharap pemerintah kota segera memastikan keamanan sekaligus memanfaatkan fasilitas tersebut agar tidak kembali menjadi sasaran tindak kriminal.






