JBCNEWS.ID – Insiden penembakan tragis mengguncang Shreveport, Amerika Serikat, pada Minggu (19/4/2026). Seorang pria dilaporkan menembak mati delapan anak, tujuh di antaranya merupakan anak kandungnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi berbeda dalam satu kawasan permukiman. Aparat kepolisian setempat menerima laporan suara tembakan pada pagi hari dan menemukan para korban di tiga rumah terpisah.
Korban terdiri dari anak-anak berusia antara 3 hingga 11 tahun. Selain delapan korban jiwa, seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan selamat meski mengalami luka setelah mencoba melarikan diri.
Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Shamar Elkins (31), yang disebut melakukan aksi tersebut akibat masalah rumah tangga. Dalam kejadian itu, dua perempuan dewasa juga menjadi korban penembakan dan mengalami luka serius.
Menurut keterangan aparat, pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian sebelum akhirnya tewas ditembak polisi usai terlibat aksi kejar-kejaran.
Peristiwa ini disebut sebagai salah satu penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyatakan kejadian tersebut mengguncang seluruh warga kota.
Data dari lembaga pemantau kekerasan senjata menunjukkan bahwa insiden ini menambah daftar panjang kasus penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap detail dan latar belakang kejadian secara menyeluruh.






