JBCNEWS.ID – Layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi hingga kini belum pulih menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi tersebut memicu kepanikan nasabah yang berbondong-bondong mendatangi kantor unit untuk menarik uang tunai.
Situasi paling mencolok terjadi di Unit Bank Jambi Siulak, Kabupaten Kerinci, Sabtu (14/3/2026). Ratusan nasabah memadati area kantor bank bahkan nekat berdesak-desakan demi mendapatkan uang tunai.
Kerumunan tersebut viral di media sosial setelah video antrean panjang dan aksi saling dorong antar nasabah beredar luas di berbagai platform digital.
Padahal, biasanya pihak bank menerapkan sistem antrean yang tertib menggunakan nomor urut. Namun, karena layanan ATM dan mobile banking belum berfungsi normal, banyak warga memilih datang langsung ke kantor bank.
Kondisi semakin rumit karena kejadian ini bertepatan dengan pencairan gaji perangkat desa di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Banyak nasabah yang membutuhkan dana tunai untuk kebutuhan Ramadan hingga persiapan Lebaran.
Tekanan kebutuhan tersebut membuat sebagian warga mengabaikan prosedur antrean yang biasa diterapkan.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @infojambi_, terlihat puluhan nasabah saling dorong di pintu masuk bank. Beberapa bahkan nyaris terjatuh karena padatnya antrean.
Lumpuhnya layanan digital Bank Jambi juga memicu gelombang keluhan dari nasabah di media sosial. Banyak warganet menilai penanganan gangguan sistem berlangsung terlalu lama.
Seorang pengguna menuliskan bahwa ia hampir kehilangan tas dan sandal karena desakan massa saat mencoba menarik uang di bank.
Nasabah lain menilai situasi tersebut berpotensi membuat banyak pelanggan memindahkan rekening mereka ke bank lain.
“Kalau masalah seperti ini terlalu lama ditangani, kepercayaan nasabah bisa hilang. Banyak yang mungkin setelah ini langsung memindahkan gaji ke bank lain,” tulis seorang warganet.
Ada pula yang menyarankan agar sementara waktu sistem pencairan dana dilakukan melalui bendahara instansi seperti cara lama, sehingga nasabah tidak perlu berebut menarik uang di bank.
Pengamat ekonomi daerah menilai gangguan layanan perbankan yang terjadi menjelang hari besar seperti Lebaran memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat.
Apalagi bagi bank pembangunan daerah yang sebagian besar nasabahnya merupakan aparatur sipil negara, perangkat desa, hingga pelaku usaha kecil.
Jika gangguan layanan berlangsung lama tanpa solusi cepat, potensi perpindahan nasabah ke bank lain sangat mungkin terjadi.
Kondisi tersebut menjadi ujian serius bagi Bank Jambi untuk segera memulihkan sistem layanan digitalnya, sekaligus memastikan aktivitas perbankan kembali berjalan normal menjelang puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri.






