Muara Bungo di Jalur Lintas Tengah Sumatera, Ini Kawasan yang Menjadi Pusat Aktivitas Bisnis

Kota Muara Bungo.

JBCNEWS.ID – Letak geografis menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan aktivitas bisnis Kabupaten Bungo. Berada di wilayah barat Provinsi Jambi dan dilalui jalur utama Lintas Tengah Sumatera, Muara Bungo berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang melayani masyarakat Bungo sekaligus kawasan di sekitarnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Bungo pada 2026 mencapai sekitar 390,85 ribu jiwa. Besarnya jumlah penduduk tersebut menjadi salah satu basis pasar bagi kegiatan perdagangan, jasa, kuliner, akomodasi hingga berbagai usaha yang melayani kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bungo menyebut Muara Bungo berada pada jalur utama Lintas Tengah Sumatera dan menjadi simpul pertemuan poros barat Provinsi Jambi. Posisi tersebut membuat kawasan ini memiliki fungsi penting dalam pergerakan orang dan barang antardaerah.

Secara perkotaan, aktivitas perdagangan terlihat kuat di kawasan Kecamatan Pasar Muara Bungo. BPS secara khusus menerbitkan publikasi Kecamatan Pasar Muara Bungo Dalam Angka, yang menunjukkan kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah penting dalam struktur perkotaan Bungo.

Sejumlah titik di pusat kota juga masuk dalam rencana penataan kawasan perkotaan. Kawasan seperti Simpang Jambi, Simpang Tugu Adipura Bambu Kuning, Simpang Drum, Kompleks Jengki, Jalan Sultan Thaha dan Jalan Sri Soedewi menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam penataan wajah Kota Muara Bungo.

Aktivitas ekonomi tersebut juga didukung keberadaan fasilitas perdagangan dan akomodasi. Pasar Bungur menjadi salah satu pusat perdagangan di kawasan Batang Bungo, sementara koridor Jalan Lintas Sumatera berkembang dengan berbagai fungsi komersial.

Dari sisi akomodasi, Muara Bungo juga memiliki sejumlah hotel yang berada di koridor pusat kota. Pemprov Jambi mencatat antara lain Amaris Hotel Muara Bungo di Jalan Sultan Thaha, Hotel Sepakat di Jalan Bachsan, Citra Buana Hotel di Jalan Andi Jemma, Hotel Swarnabhumi di Jalan Sultan Thaha, Hotel S. Marsya di Jalan Rang Kayo Hitam, Bungo Baru Hotel di Jalan Sultan Thaha, serta Hotel Pelangi di Jalan Lintas Sumatera.

Keberadaan hotel, pasar, pusat kuliner, perdagangan ritel dan berbagai jasa di sekitar pusat kota menunjukkan bahwa aktivitas Muara Bungo tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penduduk lokal. Kawasan ini juga melayani mobilitas masyarakat dari wilayah lain yang melintas atau datang untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bungo yang mencapai hampir 391 ribu jiwa pada 2026, ditambah posisi Muara Bungo sebagai simpul transportasi dan perdagangan di wilayah barat Jambi, lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan potensi sebuah bisnis.

Pos terkait