Muaro Jambi Jadi Magnet Investasi, Candi Muara Jambi Disiapkan sebagai Mesin Ekonomi Baru

Potret dari udara candi muara jambi.

JBCNEWS.ID – Kabupaten Muaro Jambi memiliki dua cerita ekonomi yang berjalan bersamaan pada 2026: investasi dan pariwisata. Realisasi investasi Muaro Jambi hingga triwulan II 2026 mencapai sekitar Rp780 miliar, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi pada periode tersebut. Secara keseluruhan, investasi Jambi mencapai Rp4,2 triliun.

PDRB Muaro Jambi atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai sekitar Rp43,95 triliun, menjadikannya salah satu ekonomi daerah terbesar di Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi Di sisi lain, pemerintah sedang mendorong Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi menjadi magnet ekonomi baru. Gubernur Jambi menyebut kawasan tersebut dapat menggabungkan pariwisata, kuliner dan berbagai aktivitas usaha masyarakat.

Artinya, Candi Muarajambi tidak hanya dipandang sebagai situs sejarah. Kawasan tersebut berpotensi menciptakan rantai ekonomi melalui akomodasi, transportasi, kuliner, kerajinan, pemandu wisata dan ekonomi kreatif.

Namun pengembangan ekonomi kawasan heritage memiliki tantangan tersendiri. Aktivitas komersial perlu berjalan berdampingan dengan perlindungan kawasan budaya. Pada 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi bahkan mendalami persoalan perizinan perusahaan di sekitar kawasan inti KCBN Muarajambi setelah adanya laporan mengenai aktivitas stockpile batu bara

Muaro Jambi juga memiliki cerita energi. Pertamina EP Jambi berhasil memonetisasi gas dari Lapangan Sengeti dengan cadangan sekitar 14,76 BSCF, yang disebut memiliki arti strategis bagi investasi dan ketahanan energi.

Dengan kombinasi investasi, energi dan pariwisata, Muaro Jambi memiliki rantai bisnis yang semakin beragam.

Pos terkait