Kopi Kerinci Mulai Naik Kelas, Dari Perkebunan Menuju Bisnis Hilirisasi

Petani kopi sedang melakukan perawatan di kebun kopi.

JBCNEWS.ID – Kopi mulai menjadi salah satu cerita bisnis yang menarik dari Kabupaten Kerinci pada 2026. Komoditas yang selama ini dikenal sebagai hasil perkebunan mulai diarahkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan, pemasaran, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Festival Kopi Kerinci pada September 2026 dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, barista, komunitas kopi, perbankan dan pelaku usaha. Agenda tersebut tidak hanya menjadi festival produk, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan rantai bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

Bacaan Lainnya

Data Pemerintah Provinsi Jambi yang dikutip ANTARA menyebut produksi kopi Jambi mencapai sekitar 24,2 ribu ton. Pada 2025, kelompok komoditas kopi, teh dan rempah-rempah juga menjadi bagian dari aktivitas ekspor daerah. Hingga Juli 2026, ekspor sektor pertanian Jambi tercatat meningkat dan salah satu pendorongnya adalah kelompok kopi, teh dan rempah.

Dari sisi ekonomi regional, PDRB Kerinci atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai sekitar Rp15,81 triliun. Sementara realisasi investasi Kerinci hingga triwulan II 2026 tercatat sekitar Rp12 miliar, terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Jambi. Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Angka investasi tersebut menunjukkan tantangan sekaligus ruang pengembangan. Kerinci memiliki peluang memperbesar nilai ekonomi bukan hanya melalui investasi skala besar, tetapi melalui penguatan usaha lokal.

Festival kopi juga memperlihatkan bagaimana komoditas dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata. Kebun kopi, proses roasting, kedai, produk kemasan dan kunjungan wisata dapat membentuk rantai ekonomi baru.

Bagi pelaku usaha, cerita Kerinci menunjukkan bahwa nilai sebuah komoditas tidak berhenti ketika produk keluar dari kebun. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kopi Kerinci memiliki merek, kualitas, kapasitas produksi dan pasar yang mampu membawa nilai tambah kembali kepada petani.

Pos terkait