JBCNEWS.ID – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (14/5/2026) terpantau relatif stabil. Namun di balik stabilnya harga pangan, muncul sinyal perlambatan konsumsi rumah tangga karena daya beli masyarakat dinilai belum pulih sepenuhnya.
Data Sistem Informasi Harga Komoditas Kota (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi menunjukkan hanya cabe rawit hijau yang mengalami penurunan harga cukup signifikan, yakni 6,25 persen. Komoditas tersebut kini dijual Rp45 ribu per kilogram setelah sebelumnya sempat melonjak akibat gangguan distribusi dan faktor cuaca.
Sementara itu, harga cabe rawit merah masih bertahan di angka Rp70 ribu per kilogram. Harga bawang merah juga belum bergerak dari Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp28 ribu per kilogram.
Komoditas beras premium juga cenderung stagnan. Beras premium merek Naruto dijual Rp15.400 per kilogram, Beras Belido Rp15.200 per kilogram, dan Beras King Rp15.200 per kilogram. Adapun beras operasi pasar Bulog dipatok Rp12 ribu per kilogram.
Di sektor protein hewani, harga daging sapi murni masih tinggi di level Rp140 ribu per kilogram. Daging ayam kampung dijual Rp65 ribu per kilogram, sedangkan ayam broiler berada di angka Rp37 ribu per kilogram.
Harga minyak goreng juga belum menunjukkan perubahan berarti. Minyak curah dijual Rp20 ribu per kilogram, minyak kemasan premium Rp21 ribu per liter, dan minyak merek Kita Rp15.700 per liter.
Meski mayoritas harga bahan pokok tercatat stabil, pedagang di pasar tradisional mengaku kondisi tersebut belum diikuti peningkatan transaksi pembelian masyarakat.
“Barang ada, harga juga tidak naik, tapi pembeli masih sepi dibanding tahun lalu,” ujar salah seorang pedagang sembako di Pasar Angso Duo.
Kondisi ini dinilai menjadi indikator bahwa tekanan ekonomi rumah tangga masih berlangsung. Sejumlah ekonom menilai stabilitas harga tanpa kenaikan konsumsi dapat menjadi sinyal perlambatan ekonomi mikro di tingkat masyarakat bawah.
Masyarakat disebut lebih berhati-hati membelanjakan uang karena tingginya biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan. Situasi tersebut membuat konsumsi rumah tangga sebagai motor utama ekonomi daerah belum bergerak optimal.
Selain itu, harga telur ayam ras tercatat Rp1.700 per butir, gula pasir lokal Rp18 ribu per kilogram, dan ikan kembung Rp50 ribu per kilogram. Untuk pangan alternatif, ubi jalar dijual Rp8 ribu per kilogram dan ketela pohon Rp4 ribu per kilogram.






