Kronologi Versi Ayah Bocah Sukabumi yang Diduga Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Anwar Satibi (38), ayah dari bocah berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi

JBCNEWS.ID – Anwar Satibi (38), ayah dari bocah berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan kronologi meninggalnya sang anak yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri. Kasus ini menyita perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Anwar menuturkan, kabar awal diterimanya pada malam pertama tarawih Ramadhan 2026. Saat itu, istrinya menghubungi dan menyampaikan kondisi NS yang disebut tengah sakit demam dan mengigau. Anwar yang bekerja di Kota Sukabumi kemudian diminta pulang untuk melihat kondisi anaknya.

“Saya dapat telepon disuruh pulang. Katanya anak saya sedang sakit, panas, dan mengelantur,” ujar Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri, Jumat (20/2/2026).

Kondisi Kulit Melepuh

Sesampainya di rumah, Anwar mengaku terkejut melihat kondisi fisik NS. Kulit di sejumlah bagian tubuh anaknya tampak melepuh. Ia sempat menanyakan penyebab luka tersebut kepada sang istri.

“Waktu saya tanya kenapa kulitnya seperti itu, dijawab karena panas atau demam,” kata Anwar.

Ia sempat mempercayai penjelasan tersebut dan berencana membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengakuan Anak di Rumah Sakit

Pada Kamis (19/2/2026) pagi, NS akhirnya dibawa ke rumah sakit. Di sana, menurut Anwar, sang anak sempat mengungkapkan bahwa luka melepuh yang dialaminya diduga akibat perlakuan ibu tirinya.

“Anak saya bilang dikasih minum air panas. Lukanya ada di kaki, tangan, dan punggung,” tutur Anwar.

Pengakuan itu memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan. Video kondisi NS yang beredar di media sosial juga menunjukkan luka melepuh di sejumlah bagian tubuh korban.

Meninggal Dunia

NS sempat menjalani perawatan, namun nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore. Peristiwa ini kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian NS, termasuk dugaan penganiayaan oleh ibu tiri. Proses autopsi dan pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Pos terkait