JBCNEWS.ID – Masjid Raya Tsamaratul Insan yang berdiri megah di kawasan eks arena MTQ Kota Jambi kini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga penanda sejarah penting perkembangan Islam di daerah tersebut. Nama Tsamaratul Insan yang disematkan pada masjid ini menyimpan jejak panjang perjuangan ulama dan tokoh Islam di Jambi, khususnya di wilayah Seberang.
Masjid yang berada di kawasan Kota Jambi itu sebelumnya dikenal sebagai Masjid Islamic Center Jambi. Penamaan Tsamaratul Insan dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap organisasi Islam tertua di Jambi yang berperan besar dalam menyatukan umat sejak masa kolonial.
Organisasi Islam Era Kolonial
Tsamaratul Insan merupakan organisasi Islam yang berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Berdasarkan arsip sejarah, pendiriannya disahkan melalui surat Residen Jambi Nomor 1636 tertanggal 10 September 1915, bertepatan dengan 1 Zulkaidah 1333 Hijriah.
Mengacu pada buku Potret Kota Jambi dalam Lintas Sejarah, organisasi ini dibentuk dengan tujuan utama mempersatukan umat Islam di Jambi sekaligus mengoordinasikan berbagai kegiatan sosial. Perannya meliputi penanganan musibah, pengurusan kematian, layanan kesehatan, hingga pengembangan pendidikan keagamaan.
Peran Ulama Lokal
Tsamaratul Insan didirikan oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Jambi yang berpengaruh pada masanya. Mereka antara lain Haji Abdus Shamad bin Haji Ibrahim, Haji Ibrahim bin Haji Abdul Madjid, Haji Ahmad bin Abdus Syakur, Haji Usman bin Haji Ali, serta Kemas Haji Muhammad Saleh bin Kemas Haji Muhammad Yasin.
Para pendiri tersebut berasal dari berbagai kawasan di Jambi, seperti Kampung Tengah, Tahtul Yaman, Tanjung Johor, hingga Tanjung Pasir. Kehadiran mereka menandai semangat persatuan umat Islam lintas wilayah di Jambi pada awal abad ke-20.
Simbol Religi dan Wisata Sejarah
Kini, Masjid Raya Tsamaratul Insan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi di Jambi. Keberadaannya merepresentasikan kesinambungan sejarah Islam, dari masa perjuangan ulama hingga peran pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang ibadah dan edukasi keagamaan bagi masyarakat.
Penamaan masjid ini diharapkan dapat mengingatkan generasi muda akan sejarah panjang perjuangan umat Islam di Jambi serta nilai persatuan yang diwariskan oleh Tsamaratul Insan lebih dari satu abad lalu.






