JBCNEWS.ID – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan selamat dari dua serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Serangan pertama disebut terjadi di kediaman pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, yang juga merupakan ayah Mojtaba. Informasi tersebut disampaikan oleh anggota parlemen Iran, Mohammadreza Rezaei Kouchi, dalam laporan media pemerintah Iran.
Menurut laporan kantor berita Islamic Republic News Agency, Mojtaba berada di rumah tersebut saat serangan terjadi, namun berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut.
Serangan kedua dilaporkan menargetkan rumah sakit tempat Mojtaba dirawat setelah mengalami luka akibat operasi militer yang berlangsung pada akhir Februari. Meski demikian, serangan tersebut juga gagal mencapai target.
Media pemerintah Iran menyebut Mojtaba mengalami luka dalam peristiwa yang mereka sebut sebagai “perang Ramadan”. Namun, pihak berwenang tidak memberikan rincian mengenai jenis luka yang dialami.
Laporan dari media Amerika Serikat, The New York Times, yang mengutip tiga pejabat Iran, juga menyebut bahwa Mojtaba memang sempat terluka akibat serangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya juga menduga Mojtaba mengalami luka setelah serangan militer yang terjadi pada 28 Februari.
Sementara itu, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yakni Yousef Pezeshkian, mengatakan bahwa Mojtaba sempat mengalami luka tetapi kini dalam kondisi selamat.
“Terima kasih Tuhan, dia selamat dan sehat,” kata Yousef dalam pernyataan yang dikutip oleh Agence France‑Presse.






