Dinsos Kota Jambi Ajak Warga Salurkan Bantuan ke Panti untuk Tekan Gepeng

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati

JBCNEWS.ID – Dinas Sosial Kota Jambi menilai penyaluran bantuan masyarakat ke panti sosial menjadi langkah efektif untuk menekan aktivitas gelandangan dan pengemis di sejumlah ruas jalan di Kota Jambi, khususnya selama bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengimbau masyarakat agar menyalurkan bantuan maupun takjil melalui panti sosial, masjid, dan rumah sakit, bukan langsung di jalanan.

“Kami berharap masyarakat dapat menyalurkan bantuan atau takjil selama Ramadhan ke panti sosial agar tidak memicu munculnya kembali gelandangan dan pengemis di persimpangan jalan,” ujar Yunita di Kota Jambi, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Jambi yang mendorong penyaluran bantuan sosial melalui lembaga resmi. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Selain itu, Dinsos Kota Jambi juga melakukan edukasi kepada para donatur agar menyalurkan bantuan melalui panti asuhan dan lembaga sosial terdaftar, sehingga penanganan gelandangan dan pengemis dapat dilakukan secara tertib, manusiawi, dan berkelanjutan.

Yunita menambahkan, pihaknya bersama satuan tugas lintas instansi terus memantau perkembangan di lapangan. Sebagian besar gelandangan dan pengemis yang masih beraktivitas merupakan individu lama yang sebelumnya telah terdata dan ditangani.

“Satgas kembali melakukan penertiban terhadap mereka yang berdiam hampir permanen di pinggir jalan dan lokasi keramaian,” kata dia.

Berdasarkan data Dinsos Kota Jambi, lebih dari 1.000 gelandangan dan pengemis telah dijangkau melalui asesmen dan diarahkan mengikuti pembinaan sosial serta ekonomi, termasuk pemulung yang membutuhkan pendampingan lanjutan.

Mayoritas gelandangan dan pengemis tersebut kini tercatat sebagai warga Kota Jambi setelah melakukan perpindahan administrasi kependudukan secara resmi, meski sebagian di antaranya masih kembali beraktivitas di jalanan.

Pos terkait