JBCNEWS.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu membongkar dugaan keras di balik pengunduran diri serentak jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menegaskan, langkah tersebut bukan bentuk tanggung jawab moral, melainkan hasil paksaan langsung dari penguasa.
“Banyak yang memberi apresiasi seolah ini tindakan ksatria. Faktanya, mereka dipaksa mundur sebelum jam 18.00 pada 30 Januari 2026,” ujar Said Didu, dikutip dari akun X miliknya, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Said Didu, pengunduran diri ini adalah langkah darurat untuk meredam krisis sekaligus menutup borok tata kelola pasar modal yang telah lama disorot publik. Ia menuding BEI selama ini menjadi alat oligarki untuk mengeruk uang rakyat melalui praktik penggorengan saham dan manipulasi harga, yang diduga berjalan mulus dengan restu pimpinan OJK dan BEI.
“Bursa dijadikan ladang oligarki menguras uang rakyat. Penggorengan saham tidak mungkin terjadi tanpa restu pimpinan OJK dan BEI,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Said Didu juga menyoroti mekanisme seleksi pimpinan lembaga negara seperti BI dan OJK yang melibatkan DPR. Ia menyebut proses tersebut sarat biaya besar dan upeti jabatan, sesuatu yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum di Senayan.
Ia bahkan menduga program CSR OJK kepada anggota DPR, yang kini berujung kasus korupsi dan ditangani KPK, merupakan bagian dari skema upeti politik terselubung.
“Seleksi pimpinan oleh DPR itu mahal. CSR OJK ke anggota DPR patut diduga sebagai bentuk upeti jabatan,” ungkapnya.
Said Didu mendesak Presiden Prabowo Subianto agar tidak menyia-nyiakan momentum sanksi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap BEI untuk melakukan pembersihan total pasar modal Indonesia.
“Presiden Prabowo harus menjadikan sanksi MSCI ini sebagai momentum membenahi BEI dan OJK secara menyeluruh, termasuk merombak mekanisme seleksi pimpinan di DPR,” pungkasnya.
Diketahui, Iman Rachman resmi mundur dari jabatan Direktur Utama BEI pada Jumat (30/1/2026), menyusul anjloknya IHSG selama dua hari berturut-turut yang memicu kepanikan pasar. Ia menyebut pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal.
Pada hari yang sama, empat pimpinan OJK juga menyatakan mundur, yakni:
- Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner),
- Mirza Adityaswara (Wakil Ketua),
- Inarno Djajadi (KE PMDK),
- Aditya Jayaantara (DKTK).






