Kepala BGN Dadan Hidayana Resmikan SPPG di Kota Jambi, Dorong Penurunan Kemiskinan

Kepala BGN Dadan Hidayana Resmikan SPPG di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Rabu (28/1)

JBCNEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Hussa Rasyada Aryani yang berlokasi di Jalan Dr. Purwadi No. 20, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Rabu (28/1).

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Kepala BGN Republik Indonesia, Prof. Dadan Hindayana, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bacaan Lainnya

Peresmian SPPG ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Jambi.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, keberadaan SPPG juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MBG memberikan dampak langsung terhadap persoalan sosial dan ekonomi daerah.

“Dengan dioperasionalisasikannya SPPG-SPPG ini, terbuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat kami. Banyak ibu-ibu usia di atas 40 tahun yang sebelumnya hanya ibu rumah tangga, kini memiliki penghasilan tetap. Ini sangat membantu menekan pengangguran dan kemiskinan di Kota Jambi,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 34 SPPG telah beroperasi di Kota Jambi dan ditargetkan meningkat menjadi 76 SPPG pada pertengahan tahun 2026, sehingga penyerapan tenaga kerja semakin maksimal.

Kota Jambi sendiri tercatat sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Provinsi Jambi, maka kehadiran SPPG dinilai menjadi solusi nyata.

Dadan Hindayana, menekankan bahwa SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur bergizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Saya melihat langsung ibu-ibu yang tadinya tidak memiliki pendapatan, sekarang bisa memperoleh penghasilan minimal Rp2,4 juta per bulan. Ini akan mengangkat perekonomian keluarga dan secara langsung menurunkan tingkat kemiskinan,” ungkap Danan.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan pangan lokal. “Sebanyak 70 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani dan pelaku usaha lokal. Artinya, uang yang beredar benar-benar menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya.

Dampak ekonomi program MBG juga dirasakan oleh para petani dan peternak di sekitar Kota Jambi. Permintaan bahan pangan meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG, sehingga hasil produksi petani terserap maksimal dan membantu menjaga stabilitas ekonomi serta menekan inflasi.

Pemerintah Kota Jambi optimistis, dengan percepatan operasional seluruh SPPG, program MBG akan menjadi instrumen penting dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Peresmian SPPG Yayasan Hussa Rasyada Aryani ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra yayasan dalam menghadirkan program gizi yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat.

 

Pos terkait