JBCNEWS.ID- Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin rapat evaluasi percepatan pembangunan jalan khusus (hauling) batu bara di Rumah Dinas Gubernur, Senin (26/1/2026). Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Forkopimda dan kepala daerah tersebut, nasib pembangunan Area Penumpukan Batuan (stockpile) PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) menjadi sorotan utama yang dinilai krusial.
Al Haris menegaskan bahwa pembangunan jalur darat harus segera rampung mengingat ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi BMKG akan melanda Jambi. Kondisi ini dikhawatirkan akan melumpuhkan pengangkutan melalui jalur sungai.
Terkait kendala pembangunan stockpile PT SAS di Kota Jambi yang sempat menuai penolakan warga, Al Haris menginstruksikan Pemerintah Kota Jambi untuk mengambil langkah mediasi yang terukur. Ia menekankan perlunya skema cadangan jika konflik lahan dan penolakan warga tidak menemui titik temu.
“Saya minta ada Plan A dan Plan B. Plan A, silakan dekati masyarakat dan tunjukkan bukti bahwa operasional tidak berdampak pada kesehatan. Namun, jika tetap mentok, solusinya pindah lokasi. Pemerintah harus siapkan alternatif itu,” tegas Al Haris.
Selain masalah lokasi, PT SAS yang telah membangun jalur sepanjang 72 kilometer kini diminta bersinergi dengan dua perusahaan pemegang izin lainnya, yakni PT Inti Bangun Sarana dan PT Putra Bulian Properti.
“Kita coba satukan trasenya agar menyambung. Kalau dikerjakan per spot secara kolaboratif, ini akan lebih cepat selesai. Target kita tahun 2026 semuanya sudah clear,” ujarnya.
Langkah percepatan ini diambil guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jambi yang turun di angka 4,77 persen. Sektor pertambangan sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua diharapkan kembali stabil tanpa harus membebani jalan nasional atau mengganggu kenyamanan pemukiman warga.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh DPRD Provinsi, Sekertaris Daerah, Polda Jambi, Komando Resor Militer, Kejaksaan Tinggi, serta tiga perusahaan pemegang saham untuk memastikan seluruh kendala regulasi dan teknis di lapangan dapat segera teratasi.






