JBCNEWS.IDM- Pinang Betara asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada 11 Juni 2026. Pengakuan resmi ini membuka peluang memperkuat identitas komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional.
Sertifikat diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi Jonson Siagian kepada Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat di Kuala Tungkal. Perlindungan IG bertujuan menjaga keaslian nama, karakteristik, dan reputasi produk yang berkaitan dengan wilayah asalnya.
Potensi ekonominya ditopang basis perkebunan rakyat yang telah lama berkembang. Data BPS Provinsi Jambi yang bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mencatat, pada 2018 perkebunan pinang rakyat di Tanjung Jabung Barat mencapai 11.071 hektare, dengan produksi 9.981 ton dan melibatkan 8.013 keluarga petani. Angka tersebut merupakan data historis, bukan realisasi produksi terbaru 2026.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga menetapkan target produksi pinang sebesar 11.182 ton pada 2026 dalam dokumen Rencana Strategis Dinas Perkebunan dan Peternakan. Target ini menunjukkan arah pengembangan komoditas, tetapi belum dapat dianggap sebagai hasil produksi aktual tahun berjalan.
Peluang pengembangan tersebut hadir di tengah perekonomian daerah yang tumbuh 5,28 persen pada 2025. BPS mencatat PDRB Tanjung Jabung Barat mencapai Rp61,82 triliun atas dasar harga berlaku. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi struktur ekonomi daerah.
Sementara itu, Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Agustus 2026 mencatat ekonomi provinsi tumbuh 4,15 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. BI juga menyoroti perlambatan sektor pertanian akibat pergeseran musim panen hortikultura. Kondisi ini memperkuat pentingnya menjaga produktivitas dan memperluas nilai tambah komoditas daerah.
Sertifikat IG dapat menjadi modal promosi, tetapi tidak otomatis menaikkan harga maupun menjamin ekspor. Petani tetap membutuhkan standar mutu, penanganan pascapanen, akses pembiayaan, dan jaringan pembeli yang stabil.
Dengan penguatan pemasaran dan pengolahan, Pinang Betara berpeluang menjadi sumber nilai tambah bagi daerah. Ukuran keberhasilannya adalah pasar yang semakin luas dan manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan petani.






